like

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

Bahaya Hadits "Isro' Mi'roj"


Bismillahirohmanirrohim...

Bertepatan saat ini adalah bulan Rojab, bulan dimana terjadi peristiwa yang sangat dahsyat sepanjang zaman, yaitu peristiwa "Isro' Mi'roj"

Salah satu ayat yang sudah tenar menjelaskan isro' mi'roj adalah: QS. Al-Israa':1
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”

Melihat Ayat di atas, tdak dipungkiri lagi bahwa Isro' Mi'roj merupakan perjalanan yang maha dahsyat. Banyak beda pendapat tentang bagaimana terjadinya peristiwa perjalanan yg maha dahsyat ini, ada yg berpendapat hanya ruhnya saja , ada yg berpendapat dengan jasad dan ruhnya dgn menafsirkan kalimat "biabdihi"[seperti yg diungkapkan oleh Agus Mustofa dalam bukunya Terpesona di Sidrotul Muntaha].
namun kali ini saya tidak bermaksud membahas bagaimana proses perjalanan maha dahsyat tersebut, tetapi mencoba mengkritisi cerita yang sudah lazim di masyarakat tentang Isro' Mi'roj yang berhubungan dengan Perintah Sholat.

Umumnya para penceramah menerangkan hikmah dari peristiwa Isra’ Miraj adalah turunnya perintah sholat 5 waktu. Bahkan ada keikut sertaan Nabi Musa a.s dalam penerimaan perintah tersebut. Hal tersebut berdasarkan sebuah hadits isinya cukup panjang yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya nomor 234 dari jalan Anas bin Malik.
Kisah dalam Hadits tersebut dijelaskan beliau menerima kewajiban 50 shalat kemudian atas saran Nabi Musa a.s sehingga berkali-kali Nabi saw 'naik-turun' memintak keringanan shalat kepada Allah swt.
Namun benarkah demikian ?

Melalui penelaahan hadits, secara riwayat adalah shahih karena terdiri dari para perawi yang tsiqoh (dipercaya). Akan tetapi secara matan (isinya) sebagian bertentangan dengan Al Quran dan hadits lainnya yang shahih.
Dengan demikian kedudukan hadits tersebut adalah dhoif (lemah) dan mualal (sisipan) karena isinya diselipkan cerita – cerita Israiliyat dari kaum Bani Israil, yang sengaja secara tersirat ingin mengagungkan bangsa mereka, serta mengecilkan peran Nabi Muhammad beserta pengikutnya.

Keganjalan hadits tersebut :

  1. Perintah sholat 5 waktu, padahal perintah sholat terjadi pada tahun 1 kenabian.
  2. Yang menjadi subjek memperjalankan Rasulullah Muhammad dalam Peristiwa Isra’ (perjalanan) yang bermakna Mi’raj (naik melalui tangga – tangga) adalah Allah Subhanahuta’ala (Qs.al-Israa' : 1), Dia yang Maha Berkehendak. Sedangkan di dalam hadits tersebut, diceritakan Nabi Musa yang menyuruh Nabi Muhammad untuk naik – turun sebanyak sembilan kali, guna mendapat pengurangan perintah sholat dari 50 rakaat menjadi 5 rakaat.
  3. Nampak pula dalam kisah palsu ini seolah Nabi Musa begitu perkasanya dan berilmu sehingga mampu mendikte Allah sehingga menuruti pandangan Musa a.s dalam hal perintah sholat.
  4. Keganjilan tampak jelas dalam hadit ini, bahwa sebelum menuju langit Rosulullah sholat dua rakaat di Baitul Maqdis, sedangkan menurut kisah hadis tersebut, perintah sholat belum diterima.
  5. Dalam hadits ini menggambarkan bahwa Para Nabi yang sudah wafat sudah berada di langit. tetapi menurut al-Qur'an seluruh manusia termasuk para Nabi yang sudah wafat berada di alam Qubur / Barzakh / dinding yang membatasi Alam Dunia dan Akhirat. Ulama menyebutnya alam genggaman Allah atas dasar Surah Azzumar ayat 42 untuk menunggu datangnya Hari Berbangkit (Qs.Kahfi: 47)
Mengkritisi Hadits Isro' Mi'roj Diatas.
*Perintah sholat 5 waktu*
Untuk sama dipahami, kewajiban sholat sudah ditetapkan Allah pada tahun awal Kenabian dengan turunnya surah al Muzammil ayat 1 – 9, jauh sebelum turunnya Surah Al Isra pada tahun ke empat Kerasulan. Logikanya pada ayat tersebut, perintah Sholat telah diterima oleh Nabi Muhammad saw, bukan saat beliau Isra dan Miraj namun jauh sebelum itu, apalagi secara obyektif ayat al-Quran yang menceritakan mengenai peristiwa Miraj sama sekali tidak menyinggung tentang adanya pemberian perintah Sholat kepada Nabi [Lihat QS.al-israa:1 dan QS.an-Najm:13-18]

*Dikatakan bahwa Nabi Musa telah mengusulkan kepada Nabi Muhammad*
agar naik kembali menemui ALLAH untuk memohon perintah Shalat dikurangi dari 50 kali menjadi 5 kali sehari. Dalam hal ini timbul pertanyaan, apakah Nabi Musa lebih cerdas daripada Muhammad?
Tidakkah kekurang ajaran arwah Nabi Musa dalam cerita tersebut dengan menganggap Allah juga tidak mengerti akan kelemahan dan keterbatasan umat Nabi Muhammad sebab tanpa dipikir dulu telah memberi beban kewajiban yang pasti tidak mampu dikerjakan oleh mereka sehingga arwah Nabi Musa itu harus turut campur memberi peringatan kepada Allah dan Nabi Muhammad lebih dari sekali saja sebagai suatu indikasi israiliyat (hadis buatan orang-orang Israel atau Yahudi yang sengaja dibuat untuk tetap memuliakan Nabi Musa diatas yang lain) ?
Sebaiknya orang-orang Islam mempertimbangkan masak-masak sebelum membenarkan dongeng tak teranalisakan itu.
*Dikatakan Nabi Muhammad naik kembali menemui ALLAH*
untuk memohon agar perintah Shalat 50 kali sehari dikurangi dan dikurangi hingga menjadi 5 kali sehari, yaitu sepuluh persen dari jumlah yang ditetapkan bermula.
Semisalnya seorang pedagang menyatakan harga barangnya 50 rupiah kemudian sesudah tawar-menawar, barang itu dijualnya 5 rupiah, maka pada otak si pembeli akan timbul suatu anggapan bahwa pedagang itu sangat kejam atau kurang waras. Sebaliknya pedagang waras yang menghadapi penawar barangnya sepuluh persen dari harga yang ditetapkannya, tentu tidak akan meladeni penawar itu karena dianggapnya kurang waras.
Dalam pada itu QS.Maidah:115, QS.Yusuf:64, menyatakan tiada perubahan bagi Kalimat ALLAH, dan QS.Al-Ahzab:62, QS.al-Faathir:43, menyatakan tiada perubahan bagi Ketentuan ALLAH dan QS.Ar-Ruum:30 menyatakan tiada perubahan bagi Ciptaan ALLAH.
Jika masih berlaku tawar-menawar antara Muhammad dan ALLAH mengenai jumlah Shalat setiap hari, tentulah pernyataan ALLAH pada beberapa Ayat Suci tersebut tidak benar. Namun menurut pemikiran wajar, tidaklah mungkin berlaku tawar-menawar antara Khaliq dan makhIuk-NYA

*Bertentangan dengan Akhlak Nabi Muhammad saw dalam Al-Qur'an*
Nabi Muhammad adalah semulia para Nabi serta berbudi pekerti yang sangat luhur [QS.Al-Qolam:4]. tentunya beliau tidak pernah membantah atau minta dispensasi (pengurangan) tugas dari Allah. Sedangkan yang biasa menawar dan membantah perintah Allah dan rasulNya sejak dahulu adalah orang kafir dari Bani Israil. Fakta ini dapat kita temukan dalam nash Al Quran [seperti perintah Musa a.s kepada kaumnya 'bani isroil' untuk menyembelih sapi] dan jga banyak terdapat dalam Hadits yang shahih. Maka mustahil Nabi saw, mengadakan tawar menawar kepada Musa apalagi kepada Allah. Sedangkan seluruh rosul telah berjanji kepada Allah untuk beriman dan menolong misi Muhammad Rasulullah (Qs.Ali-Imran:81) "dan (ingatlah), ketika Allah mengambil Perjanjian dari Para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan Hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai Para Nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.

Itulah sedikit keganjalan tentang hadits peristiwa Isro' Mi'roj yang telah menyebar dan dipercaya oleh banyak masyarakat. Apakah hadis-hadis yang demikian ini masih akan diterima dan dipertahankan hanya untuk mempertahankan dalil turunnya perintah Sholat, sementara al-Quran sendiri yang nilai kebenarannya sangat pasti justru tidak berbicara apa-apa tentang hal tersebut ?
Tidak diragukan bahwa Nabi Muhammad pernah melakukan Isra dan Miraj karena hal ini ada didalam al-Quran dan bisa dianalisa secara ilmiah, tidak perlu diragukan pula bahwa Sholat merupakan salah satu kewajiban utama seorang muslim sebab inipun banyak sekali ayatnya didalam al-Quran dan hadis-hadis lain, bahkan sholat merupakan tradisi yang diwariskan oleh semua Nabi dan Rasul dalam semua jamannya. Hanya saja itu tidak berarti kaum muslimin bisa menerima semua riwayat hadis yang isinya secara jelas mempunyai pertentangan dengan al-Quran dan logika, sehingga akhirnya hanya akan menyerahkan akal pada kebodohan berpikir, dan menjadi kesalah kaprahan dalam masyakat, padahal Allah sendiri mewajibkan manusia untuk berpikir dan berdzikir didalam membaca ayat-ayat-Nya.

semoga bermanfaat.....

Alhamdulillahirobbil'alamin....
»» lanjutkan..

Kamis, 19 April 2012

LOWONGAN...100% MENJANJIKAN


Bismillahirohmanirrohim....

Kesempatan ini sekali dalam seumur hidup....namun lowongan ini akan diberikan kepada SEMUA ORANG tanpa pengecualian. Anda hanya perlu membaca dan mengerti.

LOWONGAN UNTUK POSISI :
  1. Anggota Syurga Dari Awal (kelas VVIP)
  2. Anggota Neraka Dari Awal (kelas MARGINAL)
  3. Anggota Neraka temporer Kemudian ditransfer ke Syurga (Kelas EKONOMI)

I. EMPAT KEUNTUNGAN (untuk posisi 1 ):
  • Nikmat kubur.
  • Perlindungan di Padang Mahsyar.
  • Keselamatan Meniti Sirath-al mustaqim.
  • Syurga yang kekal abadi.

WAKTU WAWANCARA/INTERVIEW
Kapan saja secara individu mulai dari saat membaca iklan ini.

LOKASI WAWANCARA/INTERVIEW:
Dalam kubur (alam barzakh).

SYARAT DAN KETENTUAN:
-  Tidak diperlukan ijazah
-  Tidak diperlukan pangkat atau sertifikat.
-  Tidak perlu uang sogokan 
-  Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi
-  Hanya diperlukan bawa dokumen asli Iman dan Amal.
-  Yang melakukan interview; Mungkar dan Nangkir.

BOCORAN PERTANYAAN INTERVIEW (6 Soal)
-  Siapa Tuhanmu ?
-  Apa Agamamu ?
-  Siapa Nabimu?
-  Apa Kitabmu?
-  Dimana Kiblatmu ?
-  Siapa Saudaramu?
Bila kurang jelas, tanyakan di pak Mudin terdekat...

CARA MELAMAR:
Tak perlu kemana-mana dan bersusah payah, Anda hanya menunggu jemputan yang berkaliber untuk menjemput anda. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (mungkin sebentar lagi), namanya Izrail.

TIPS UNTUK BERHASIL DALAM WAWANCARA TERTUTUP INI:
Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal, yang bermaksud;

Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya! bila jenazah seseorang diletakkan didalam kubur, sesungguhnya jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu.

Jika mayat itu seorang muslim, maka sholat yang dilakukannya ketika beliau masih hidup akan diletakkan di kepalanya, puasanya diletakkan di sebelah kanannya, zakatnya diletakkan di sebelah kirinya dan amalan kebajikan sedekah, silaturrohim, masalah kebajikan dan ihsan diletakkan diujung kedua kakinya.

Ia akan didatangi malaikat dari bagian kepala, maka sholat itu berkata kepada malaikat: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kanan, maka puasa berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kiri, maka zakat berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian dia didatangi dari arah ujung kakinya dan berkatalah amal kebajikan: di bahagianku tidak ada jalan masuk.

Maka malaikat berkata kepadanya: Duduklah kamu! Kepadanya (mayat) diperlihatkan matahari yang sudah mulai terbenam, lalu malaikat bertanya kepada mayat itu: Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad SAW) yang kamu dahulu sentiasa berbicara tentang dia, dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya? Maka mayat itu berkata: Tinggalkan aku sebentar, aku hendak sembahyang. Malaikat berkata: sesungguhnya engkau akan mengerjakan sholat (boleh saja) tetapi jawab dahulu apa yang kami tanyakan ini. Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad SAW) yang dahulu kamu selalu berbicara tentang dia; dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?

Maka berkata mayat itu: Laki-laki itu Nabi Muhammad SAW dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW itu ialah utusan Allah SWT yang membawa kebenaran dari Allah SWT.

Maka malaikat berkata kepada mayat itu; Demikianlah kamu dihidupkan dan begitu juga kamu dimatikan dan dengan demikian juga kamu dibangkitkan semula di akhirat, Insya Allah.

Kemudian dibukakan baginya satu pintu disyurga, maka dikatakan kepadanya itulah tempat kamu dan itulah janji Allah pada kamu dan kamu akan berada di dalamnya. Maka bertambah gembiralah mayat itu. Kemudian dilapangkan kuburnya seluas 70 hasta dan disinari cahaya baginya.

Wah..Nampaknya pertahanan kita perlu kuat nich...dari semua penjuru (kepala, kanan, kiri dan ujung kaki).

II. Untuk posisi (b)
Tidak diperlukan belajar, gak usah berpikir, hiduplah sesuka anda...Wallahu- a'lam.
pepatah jawa :
lenggak-lenggok wadon ndodok.
wong kabeh rebutan ndelok..
sebab onok barang antik seng ketok..xixixixixixi 
intinya perbuatan yang berbau kenikmatan....


III. Untuk posisi (c)
Hanya diperlukan ibadah ala kadarnya (asal ucapin kalimat Tauhid), dan hidup sesuka anda...

Wallahu-a'lam... 

semoga bermanfaat ,...dan segera daftarkan diri ANDA...

Alhamdulillahirobbil'alamin....
»» lanjutkan..

Senin, 09 April 2012

Saat Hujan…. Kesempatan EMAS untuk Q-ta Ber-DO’A

Bismillahirrohmanirrohim.....


Dolorrrr.…..sobat…..mumpung masih musimnya hujan, kiranya sangat perlu sekali Artikel ini sebagai penambah wawasan buat kita, sekaligus sebagai amalan ibadah buat kita saat turunnya hujan….setidaknya saat hujan, kita tidak hanya bengong, tidur pulas, ato makan anget-angetan sambil ngopi,tanpa menghasilkan manfaat yang bernilai ibadah..hihihihihihi…

Sebagian orang doloorrr….. tatkala memperhatikan turunya hujan, ada yang sampai gelisah. Apalagi jika turunnya hujan dirasa mengganggu aktivitasnya, mungkin ada meeting, janji, kencan,…hihihihi kalo di desa saat ini lagi musimnya jemur padi (mepe pari) atau yang lainnya. Sehingga yang terjadi adalah mengeluh dan mengeluh. 

Padahal jika kita merenung dan memahami hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, waktu hujan turun adalah saat mustajabnya do’a, artinya do’a semakin mudah terkabulkan. ..seperti apa yang di bilang neneknya Upin & Ipin “hujan itu berkah”…hihihihihi

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni[1]mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”[2]

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.[3]

Do’a yang amat baik dibaca kala itu adalah memohon diturunkannya hujan yang bermanfaat. Do’a yang dipanjatkan adalah,
اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].

Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.[4]

Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.”
Al Khottobi mengatakan, ”Air hujan yang mengalir adalah suatu karunia.”[5]

Semoga dengan turunnya hujan semakin membuat kita bersyukur, bukan malah mengeluh. Manfaatkanlah moment tersebut untuk banyak memohon segala hajat pada Allah Ta’ala menyangkut urusan dunia dan akhirat. Jangan sia-siakan kesempatan Emas untuk mendoakan kebaikan diri, istri, anak, kerabat, masyarakat, serta kaum muslimin lainnya.

Semoga bermanfaat…

Alhamdulillahirobbil’alamin…

Catatan K-Q
[1] Al Mughni, 2/294.
[2] Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami’ no. 1026.
[3] HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078.
[4] HR. Bukhari no. 1032, Ahmad no. 24190, dan An Nasai no. 1523.
[5] Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5/18.
»» lanjutkan..

Senin, 26 Maret 2012

Pesan " IQRA' "





Bismillahirohmanirrohim....
BACALAH DAN TULISLAH........!
 
Sobat...sobit.......sesungguhnya, menulis adalah 'anak kandung' membaca. Dengan banyak membaca banyak pula hal yang dapat kita tulis. Ibarat bercocok tanam, membaca adalah proses menanam, sedangkan menulis adalah buahnya. Kebangetan deh kalo kita nggak ingat dengan perintah pertama yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya di gua Hira? (QS Al-Alaq ayat 1-5)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam (pena/pulpen). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Iqra’ atau perintah membaca, adalah kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Kata ini begitu pentingnya, hingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama.
Keinginan manusia untuk menuliskan sesuatu yang ada dalam benaknya adalah fitrah. Sejak jaman dahulu kala, kegiatan baca tulis sudah berlangsung. Sekitar 4000 tahun sebelum Masehi, Bangsa Sumeria yang tinggal di lembah Sungai Tigris dan Eufrat merupakan bangsa yang pertama kali menciptakan tulisan. Bentuk tulisannya segi tiga seperti paku. Media yang dipake buat nulis bukan kertas (apalagi kertas print-out komputer) tapi lempengan tanah liat lunak lalu dijemur. Isi naskahnya pun macam-macam, ada perjanjian bisnis (ingat perintah Allah untuk menuliskan hutang piutang dalam QS al-Baqarah 282), ada kalender pertanian, ada resep obat sampai peraturan atau hukum. Wuiihh……..canggih, ya?
Seiring perkembangan budaya, bangsa lain pun mengenal aktivitas tulis menulis ini. Karenanya ada tulisan paku dari Bangsa Assyria, goresan naskah Bangsa Hittite, tulisan Hieroglif dari Bangsa Mesir dan juga guratan serupa dari Bangsa Indian Aztec, Maya dan Inca di Amrik Selatan dan Tengah. Dan jangan lupa, banyak lho prasasti (batu bertulis) yang ditemukan para arkeolog di negeri kita. Misalnya Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai, Kalimantan; Prasasti Purnawarman dari Kerajaan Taruma, Jawa Barat; Prasasti Dinoyo dari Jawa Timur, Prasasti Kedukan Bukit dari Kerajaan Sriwijaya dan masih banyak lagi.... Dari kegiatan tulis menulis ini, sekarang kita semua menikmati hasilnya yang asyik. Ada buku tulis berbagai merek dan bentuk, ada disket, ada microfilm, ada e-mail, ada powerbook dan masih banyak lagi. Semua penemuan alat tulis ini memudahkan dan memanjakan sohib semua. Nggak kebayang kan kalo bikin catetan sekolah aw (atau, dari bhs. Arab) kuliah, sobat sobit ngegembol lempengan tanah liat atau batu. Bisa terseok-seok deh jalannya, emangnya truk pengangkut bahan bangunan? wkwkwkwkwkwk
 Sesungguhnya menulis adalah \'anak kandung\' membaca. Janganlah sobat sobit mengartikan membaca secara sempit. Sesungguhnya, ia memiliki arti luas. Disini, membaca tidak hanya melibatkan organ tubuh yang disebut mata (plus kacamata bagi yang udah nggak sempurna). Tetapi terlibat juga organ telinga dan \'hati\'. Seperti yang terdapat dalam firman Allah
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)...." (QS &:179)
Nah, udah tahu kan ternyata modal membaca nggak cuma mata. Betapa banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang bisa kita tarik hikmahnya bila kita memanfaatkan mata, telinga dan hati. Misalnya, keteraturan gerak benda-benda langit menunjukkan, ketaatan pada hukum Allah akan membawa ketentraman sejak jaman mereka diciptakan sampai nanti tibanya masa kiamat. Karena mereka patuh kepada Allah, nggak pernah kan terjadi tawuran, demonstrasi antar benda langit? Disana nggak pernah terjadi saling rusak karena ingin memamerkan kekuatannya dan ingin menundukkan benda lain. Iya kan?
Makanya, taatlah kepada aturan Allah, dijamin bahagia.... Sesungguhnya, menulis adalah \'anak kandung\' membaca. Siapa pun tahu kalo menulis mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan berbicara. Yaitu:
1.       Pesan yang disampaikan lebih akurat sesuai dengan keinginan si penulis.
2.       Lingkup jangkauannya lebih luas apalagi jika diedarkan ke seluruh dunia.
3.       Jangka waktu penyampaian pesan lebih lama sesuai dengan keberadaan si tulisan.
Menyadari manfaat menulis yang sedemikian besar, sejarah Islam dihiasi oleh aktivitas tulis menulis yang luar biasa. Karena itulah Khalifah Utsman ra menghimpun dan membuat standar mushaf al-Qur'an sehingga kaum muslimin di seluruh dunia hingga hari kiamat dapat membaca kitab sucinya dalam satu versi. Karena itulah Imam Bukhari merintis penulisan kitab Shahihnya agar kaum muslimin dapat mengetahui hadits Rasulullah saw. Karena itulah Imam At-Tabari menyusun kitab Sirahnya agar kaum muslimin meneladani perihidup Nabi Muhammad saw. Dan karena itu pula Lukman Latahzan menerbitkan Blognya untuk Berbagi Ilmu. xixixixixi (promosi). Pokoknya, kalo mau diuraian seluruh karya tulis umat Islam, waahh....nggak sanggup, deh!
Ngomong-ngomong, ada lho kegiatan menulis yang dilaknat oleh Allah. Apa, ya?
"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS 2: 79)
Banyak lho perbuatan menulis yang haram. Pasti deh sohib semua tahu. Yap...segala yang mengundang kepada perbuatan keji dan mungkar itu haram ditulis. Wah, kalo gitu, buku itu amat penting dong bagi kehidupan kita. Betul sekali! Seluruh gerak gerik yang terjadi di alam semesta ini tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Baca deh QS:6 ayat 59. Dan khusus buat manusia, dia selalu berhubungan dengan penulisan dan buku. Buku yang mana tuh? Kelak di Yaumil Hisab (Hari Perhitungan) seluruh manusia - muslim aw kafir- akan mendapat buku. Gratis, akurat banget tapi dahsyat. Buku catatan ini akan menentukan tempat kita, surga or neraka. Biar manteb (pake b), simak kitab al-Qur'an-mu, lengkapnya di QS 17:71; QS 39:69; QS 45:28-29; QS 50: 16-17; QS 54: 52; QS 69:25; QS 78: 29; QS 84: 7 & 10. Sesungguhnya, menulis adalah 'anak kandung' membaca. Jadi, banyaklah membaca bacaan yang diridhoi-Nya lalu menuliskannya biar kamu tambah pinter dan tambah menyebar dakwahnya.
Demikianlah pesan Iqra’ yang merupakan syarat pertama dan utama bagi keberhasilan manusia. Berdasarkan hal tersebut, tidaklah mengherankan jika ia menjadi tuntunan pertama yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia…..
Dan jangan lupa….tinggalkan komentar untuk Blog ini, biar bisa lebih manfaat.hihihihii
Alhamdulillahhirobbil’alamin……

Sumber bacaan :
1.       Membumikan Al-Qur’an (Quraish Shihab)
2.       Artikel Islami (Mbak Welly)

»» lanjutkan..

Kamis, 22 Maret 2012

Ahsanu Taqwim

 bismillahirohmanirrohim.....

Manusia Sebaik-baik Penciptaan


(QS At-Tiin: 4) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.  Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan manusia diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, ahsanu taqwim. (bisa dilihat contohnya difoto disamping..hehehehe). Maksudnya, manusia diciptakan dalam tampilan dan sosok fisikal yang sedemikian rupa memenuhi standar dan syarat untuk bisa menjalani kehidupannya di dunia yang penuh tantangan ini.

Ini artinya, manusia diciptakan dengan memenuhi standar kelayakan untuk mampu menjalani kehidupan, yakni diberi organ tubuh yang lengkap dan sehat sebagaimana lazimnya. Bahasa teknisnya, manusia lahir ke dunia dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Jadi, yang dimaksud dengan ahsanu taqwim bukanlah berkaitan dengan persoalan estetika erotis: cantik, tampan, langsing, atletis,(Gue Bangeett….hihihihi) dan sejenisnya.

Masalah cantik, tampan, dan seterusnya tergantung dari bahan mentahnya (kayak krupuk aja…). Lantas mengapa kita tidak jarang menjumpai anak-anak yang lahir dalam keadaan tidak normal, lahir tidak sebagaimana lazimnya? Misalnya, lahir cacat fisik, cacat mental, dan semacamnya? Siapakah yang salah? Tuhankah….,??? dengan pertimbangan Dia sebagai Khalik (Pencipta)? Jika memang Tuhan, berarti Dia menyalahi karakter azali-Nya untuk menciptakan manusia hanya dalam sebaik-baik bentuk. 

Untuk meneropong masalah ini, ada baiknya jika merujuk pada disiplin Ulumul Quran. Menurut Hamim Ilyas, doktor Ulumul Quran dari IAIN Sunan Kalijaga, ketika Tuhan, di dalam Alquran, mengidentifikasi suatu perbuatan yang merujuk pada-Nya dengan kata ganti 'Kami' (Nahnu, Inna, dan sejenisnya), pola seperti itu menunjukkan bahwa di dalam proses perwujudan perbuatan tersebut ada keterlibatan pihak (subjek) lain, bukan hanya aktivitas Dia sendiri.

Misalnya, ketika Tuhan menyatakan, 'Sesungguhnya Kami (Inna) yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kamilah yang akan menjaganya', mengandung pengertian bahwa bukan Tuhan sendirian yang aktif menjaga Alquran, tetapi melibatkan pihak lain. Pihak lain itu bisa saja para penghafal Alquran, ulama, kiai, dan umat Islam pada umumnya.

Begitupun halnya ketika Tuhan mengidentifikasi dengan kata 'Kami' dalam hal penciptaan manusia, ''Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk.'' (At-Tiin: 4). Ayat ini menunjukkan adanya pola kerja sama antara Tuhan dan makhluk-Nya di dalam proses terwujudnya perbuatan tersebut (menciptakan manusia). Jadi, ahsanu taqwim kita bukanlah semata-mata hasil kerja Tuhan sendiri, kun fayakun, jadilah indah (ahsanu taqwim)! Ada keterlibatan/peran kita di dalam prosesnya (bahan, cara, waktu, posisi,hihihi..dll ). 

Manusia ikut berperan dalam menentukan indah atau tidak bentuk ciptaan Tuhan atas manusia. Dan, Tuhan tidak pernah salah! Mengapa anak-anak lahir cacat? Banyak faktor manusiawi yang melatarinya, misalnya, karena orang tuanya suka berganti pasangan sehingga tertular penyakit kelamin; karena orang tuanya tidak menjaga kesehatan tubuhnya saat mengandung; karena pemerintah menoleransi perzinahan dan pelacuran; karena pemerintah tidak memperhatikan kesehatan kaum perempuan. Kesehatan kelamin, kesehatan fisik kaum perempuan (yang hamil), sangat berpengaruh bagi terwujud atau tidaknya ahsanu taqwim. 

Wallahu a'lam....
semoga bermanfaat

»» lanjutkan..

MUHAMMAD juga Nabi Umat HINDU



Bismillahirohmanirrohim....
Bukti Kenabian Muhammad Dalam Wedha

Tidak kita pungkiri, memang Nabi Muhammad adalah nabi terakhir sekaligus "Rohmatal lil'alamin" Surat Al-Anbiyaa', ayat 107: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." termasuk rahmat bagi manusia.
naahhhhh doloooorrrrrr....ternyata kenabian Muhammad SAW, bukan saja diterangkan dalam kitab samawi saja, tetapi dalam kitab suci Agama hindu (Wedha) juga menjelaskan kenabian Muhammad SAW loohhhh...

Ayat –ayat hindu yang jelas menyatakan tentang nabi Muhammad
dalam
end typing
Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :

“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yg berada di lingkungan itu, yg kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dg tanaman semak2x/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yg naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dg istilah : “akkaru” yg artinya : “yg mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yg mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yg berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yg mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yg seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad/Ahmad yg berarti yg terpuji, yg akan mengalahkan kepala-suku2x dari suku2x di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.
 
Kalki memusnahkan patung ( Kalki Avtar )
Dalam versi 2 dan 4 Kalki Purana (bahagian 3, Bab 16) ada menyatakan bahawa:
a. Apabila Kalki menjadi pemerintah, setiap orang akan suka kepadanya. Vedas, agama dan kebenaran terus hidup.
b. Patung-patung dimusnahkan, pemujaan dihentikan.
c. Amalan agama seperti Tanda Tilak (amalan Hindu tanda di dahi) juga tiada kelihatan lagi.[1]

Juga pada kisah. Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul "KALKY AUTAR" (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus  mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar  kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya  kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri "KALKY AUTAR" sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh  Rasulullah Saw. 

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.
Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya "ABDULLAH". Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya "AMINAH". Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya MINAH.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung) . Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit.  Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra' Mi'raj dimana Rasullah mengendarai Buroq.[2]

Sumber bacaan:
[1] http://darulruqiyyah.blogspot.com/2012/03/kisah-nabi-muhammad-telah-terakam-dalam.html
[2] buku “Studi Kritis Pemahaman Islam”

 upz....jika ada dolorrrr sekalian yang Non-muslim, mohon jangan tersinggung,
ini bukan lah tentang pelecehan Aqidah siapapun,
tulisan ini adalah bersifat lakum dinukum waliyadiin
bila ada yang merasa keberatan....monggo dibuka kitabe, ojo lali nyeruput kopi disek..hehehehehehe

piss doloooorrr....!!!!


Alhamdulillahirobbil'alamin
»» lanjutkan..

Rabu, 21 Maret 2012

JESUS Mengajarkan Bahwa Allah itu ESA





Bismillahirohmanirrohim...
YESUS DATANG BUKAN UNTUK MEROMBAK TAURAT......

Berbeda  dengan  apa yang dianut , diyakini, dan  dipahami   oleh orang-orang  Kristen  sekarang  ini   terhadap  Keesaan  Tuhan, Alkitab   sendiri  memberikan  kesaksian  bahwa  Yesus sendiri, sebagaimana juga Rasul-Rasul yang lain diutus oleh Allah  memegang teguh  kepercayaan  akan  "keesaan  Tuhan".  Hal  ini  diungkapkan beliau  sesuai dengan kesaksian penulis-penulis Injil bahwa  Yesus sama  sekali  tidak  membawa suatu ajaran baru  yang  menghapuskan ajaran  Nabi-Nabi terdahulu. Kepada orang-orang Bani Israel beliau [Isa dan Musa] menjelaskan  kedatangannya bukanlah  untuk merombak ajaran Taurat yang  diturunkan  kepada  Nabi Musa melainkan  hanya  "menggenapi" atau  mengadakan  semacam  "reenforce" terhadap  Perjanjian  Lama. Orang-orang  Yahudi sepeninggal Musa, telah melupakan ajaran  Nabi Musa itu dan Yesus datang kembali untuk mengingatkan agar mereka kembali berpegang   kepada  Kitab  Taurat.Lebih   lanjut   Yesus menjelaskan misinya kepada Bani Israel itu:
"Janganlah  kamu  menyangka,  bahwa Aku  datang  untuk  meniadakan hukum  Taurat  atau  Kitab  para  Nabi.  Aku  datang  bukan  untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena  Aku  berkata kepadamu:  Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan  bumi  ini, satu  iota  atau  satu titikpun tidak akan ditiadakan  dari  hukum Taurat,   sebelum  semuanya  terjadi.  Karena   itu   siapa   yang meniadakan  salah  satu  perintah  hukum  Taurat,  sekalipun  yang paling  kecil, dan mengajarkannya  demikian kepada orang  lain  ia akan  menduduki  tempat yang paling rendah dalam  kerajaan  sorga, tetapi  siapa yang melakukan dan melakukan dan mengajarkan  segala perintah-perintah  hukum Taurat, ia akan  mendudduki  tempat  yang tinggi didalam Kerajaan Sorga. " (Matius 5:17-19).
Jadi   jelaslah   bahwa   Yesus  hanya  sebagai   "reformer"   dan "pembaharu"  dari  ajaran  Taurat dan Kitab-Kitab  Nabi  terdahulu yang  sudah  lama  ditinggalkan dan dilupakan orang-orang  Yahudi. Beliau  sesuai  dengan  pengakuannya  sama sekali   tidak  membawa ajaran  baru  yang  merombak ajaran Taurat itu.  Musa  menjelaskan kepada  orang-orang  Yahudi tentang keesaan Tuhan  dan  bahwasanya Allah adalah satu-satunya Tuhan bagi orang-orang Israel itu.
"Akulah  TUHAN,  Allahmu, yang membawa engkau  keluar  dari  tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah allah  lain dihadapanKu.  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai  apapun yang  ada  dilangit   di atas atau yang ada dibumi   dibawah  atau yanga ada didalam air dibawah bumi."......(Ulangan 5:6-8).
Masih dalam Kitab Taurat, dengan tegas dan jelas dapat kita baca:
"Dengarlah,  hai  orang Israel: TUHAN itu Allah  kita,  TUHAN  itu esa!..(Ulangan 6:4).

Jika  seandainya  Trinitas dimana Yesus  adalah  salah  satu  dari oknum  Tuhan  bahkan  orang-orang  Kristen  meyakini  bahwa  Yesus adalah  Allah  sendiri  sebagaimana yang ditekankan  dalam  ajaran Kristen  sekarang  ini, benar merupakan ajaran  Yesus  tentu  saja doktrin  tersebut akan kita jumpai dalam Perjanjian Lama.  Padahal apa  kita  lihat dalam ajaran Musa adalah  berlawanan  dengan  apa yang  dianut  oleh orang-orang Kristen sekarang ini.  Musa  sangat menekankan   pentingnya  kepercayaan akan  "keEsaan  Tuhan"  kepada orang-orang  Yahudi dan dalam Perjanjian Baru  pun   hal  tersebut juga dilakukan oleh Yesus terhadap pengikutnya.
"Jawab  Yesus:"Hukum  yang terutama ialah:  Dengarlah,  hai  orang Israel,  Tuhan  Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihi  Tuhan,  Allahmu dengan  segenap  hatimu  dan  dengan  segenap  jiwamu  dan  dengan segenap  akal  budimu  dan  dengan segenap  kekuatanmu"....(Markus 12:29-30).
Lebih lanjut lagi Yesus mengatakan:
"Ada  seseorang  datang kepada Yesus dan berkata: 'Guru,  perbuatan baik  apakah  yang  harus kuperbuat untuk  memperoleh  hidup  yang kekal?'.  Jawab  Yesus: 'Apakah sebabnya engkau bertanya  kepadaKu tentang  apa  yang  baik?  Hanya satu yang  baik.  Tetapi  jikalau engkau   igin  masuk  kedalam  hidup,  turutilah  segala  perintah Allah".....(Matius 19:16-17).
Jadi  jelaslah Yesus sama sekali MENEKANKAN pentingnya kepercayaan akan  "KEESAAN TUHAN" secara mutlak dan menganjurkan kepada murid- muridnya   untuk   bertindak  serupa.... ...Yesus   juga   tidak mengajarkan kepada pengikutnya bahwa dia adalah salah  satu  oknum TRINITAS  (anak Tuhan).....bahkan  Yesus dalam setiap ucapan  dan  tindakannya sama  sekali  tidak  menunjukkan bahwa dia adalah  Allah....  atau oknum  Allah  dari  ajaran Trinitas yang dianut  oleh  orang-orang Kristen dewasa ini....

pertanyaannya dolooorrr........siapa yang bertanggung jawab merombak Al-Kitab sehingga mempercayai TRINITAS??? dan sudah berapa banyak umat kristen yang mengimaninya??
aku ora melu-melu nek iki.....hehehehehehe

upz....jika ada dolorrrr sekalian yang Non-muslim, mohon jangan tersinggung,
ini bukan lah tentang pelecehan Aqidah siapapun,
tulisan ini adalah bersifat lakum dinukum waliyadiin [jiplak jargone www.zoppy10.co.cc]wkwkwkwkwkwk
bila ada yang merasa keberatan....monggo dibuka kitabe, ojo lali nyeruput kopi disek..hehehehehehe

piss doloooorrr....!!!!


Alhamdulillahirobbil'alamin
»» lanjutkan..