like

Senin, 26 Maret 2012

RENUNGAN BOLAK-BALIK UNTUK ORANG TUA…



Bismillahirohmanirrohim....
 Jangan Salahkan Anakmu.........

 

Orang tua dari balita…
Maafkan kami ya, Nak. Kami terpaksa menyerahkan dan membesarkanmu hanya dengan pembantu dirumah saat kau masih balita. Kami kan, sibuk kerja. Mau bagaimana lagi, dari pada tidak ada yang menjaga? Kami hanya ingin memastikan ada yang mengurus kebutuhanmu. Demi kamu sendiri..

Anak dari Lansia…
Maafkan kami ya, Pa-Ma. Kami terpaksa memakai jasa panti jompo untuk menjaga Papa-Mama. Kami kan, sibuk bekerja. Mau bagaimana lagi, dari pada tidak ada yang menjaga? Kami hanya ingin memastikan ada yang mengurus kebutuhan Papa-Mama. Demi Papa-Mama sendiri..

*********

Anak                      : Papa, jam berapa pulang?
Orang Tua           : Papa tidak tahu, Nak! Kamu tahu, Papa kan sibuk!
Anak                      : Tapi Pa, boleh duduk bentar, ceritakan sebuah kisah untukku!
Orang Tua           : Iya, tapi Papa tak bisa. Maafkan Papa ya, Nak. Papa sudah ada janji di kantor.

Setelah Papa pension….
Orang Tua           : Nak, kapan kamu akan pulang?
Anak                      : Aku tidak tahu, Pa! Papa tahu, kerjaanku begitu menyita waktu.
Orang Tua           : Nak mau kemana? Boleh duduk bicara sebentar sama Papa?
Anak                      : Iya, tapi aku tak bisa. Maafkan aku ya, Pa. Aku sudah ada janji dengan kawan.

***********

Orang Tua saat kelahiran Anak…..
Sungguh perasaan ini haru melihat kelahiran anak kami. Oh ya, ustadz-ustadzah, apa yang harus kami lakukan setelah anak kami lahir? Bolehbantu do’akan? Bolehbantu guntingkan rambutnya? Boleh Bantu aqiqahkan? Sekalian kalau sudah tumbuh besar nanti tolong ajarkan Al-Qur’an! Karena kami kurang mengerti, kami belum mempersiapkan ilmu mendidik anak kami. Insya Allah, bayaran bisa di belakang!

Anak saat kematian Orang Tua…..
Sungguh perasaan ini sedih ditinggalkan orang tua kami. Oh ya, ustadz-ustadzah, boleh bantu kami mandikan orang tua kami? Kafankan orang tua kami? Shalatkan orang tua kami? Kuburkan jenazah orang tua kami? Sekalian kalau sudah selesai
Bolehbantu do’akan? Bolehbantu guntingkan rambutnya? Boleh Bantu aqiqahkan? Sekalian nanti kalau sudah selesai tolong tahlilkan ya, orang tua kami? Karena kami kurang mengerti, kami belum siap ditinggalkan orang tua kami. Insya Allah, bayaran bisa di belakang!

renungkan......

alhamdulillahirobbil'alamin....semoga bermanfaat...
»» lanjutkan..

Kamis, 22 Maret 2012

Ahsanu Taqwim

 bismillahirohmanirrohim.....

Manusia Sebaik-baik Penciptaan


(QS At-Tiin: 4) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.  Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan manusia diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, ahsanu taqwim. (bisa dilihat contohnya difoto disamping..hehehehe). Maksudnya, manusia diciptakan dalam tampilan dan sosok fisikal yang sedemikian rupa memenuhi standar dan syarat untuk bisa menjalani kehidupannya di dunia yang penuh tantangan ini.

Ini artinya, manusia diciptakan dengan memenuhi standar kelayakan untuk mampu menjalani kehidupan, yakni diberi organ tubuh yang lengkap dan sehat sebagaimana lazimnya. Bahasa teknisnya, manusia lahir ke dunia dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Jadi, yang dimaksud dengan ahsanu taqwim bukanlah berkaitan dengan persoalan estetika erotis: cantik, tampan, langsing, atletis,(Gue Bangeett….hihihihi) dan sejenisnya.

Masalah cantik, tampan, dan seterusnya tergantung dari bahan mentahnya (kayak krupuk aja…). Lantas mengapa kita tidak jarang menjumpai anak-anak yang lahir dalam keadaan tidak normal, lahir tidak sebagaimana lazimnya? Misalnya, lahir cacat fisik, cacat mental, dan semacamnya? Siapakah yang salah? Tuhankah….,??? dengan pertimbangan Dia sebagai Khalik (Pencipta)? Jika memang Tuhan, berarti Dia menyalahi karakter azali-Nya untuk menciptakan manusia hanya dalam sebaik-baik bentuk. 

Untuk meneropong masalah ini, ada baiknya jika merujuk pada disiplin Ulumul Quran. Menurut Hamim Ilyas, doktor Ulumul Quran dari IAIN Sunan Kalijaga, ketika Tuhan, di dalam Alquran, mengidentifikasi suatu perbuatan yang merujuk pada-Nya dengan kata ganti 'Kami' (Nahnu, Inna, dan sejenisnya), pola seperti itu menunjukkan bahwa di dalam proses perwujudan perbuatan tersebut ada keterlibatan pihak (subjek) lain, bukan hanya aktivitas Dia sendiri.

Misalnya, ketika Tuhan menyatakan, 'Sesungguhnya Kami (Inna) yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kamilah yang akan menjaganya', mengandung pengertian bahwa bukan Tuhan sendirian yang aktif menjaga Alquran, tetapi melibatkan pihak lain. Pihak lain itu bisa saja para penghafal Alquran, ulama, kiai, dan umat Islam pada umumnya.

Begitupun halnya ketika Tuhan mengidentifikasi dengan kata 'Kami' dalam hal penciptaan manusia, ''Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk.'' (At-Tiin: 4). Ayat ini menunjukkan adanya pola kerja sama antara Tuhan dan makhluk-Nya di dalam proses terwujudnya perbuatan tersebut (menciptakan manusia). Jadi, ahsanu taqwim kita bukanlah semata-mata hasil kerja Tuhan sendiri, kun fayakun, jadilah indah (ahsanu taqwim)! Ada keterlibatan/peran kita di dalam prosesnya (bahan, cara, waktu, posisi,hihihi..dll ). 

Manusia ikut berperan dalam menentukan indah atau tidak bentuk ciptaan Tuhan atas manusia. Dan, Tuhan tidak pernah salah! Mengapa anak-anak lahir cacat? Banyak faktor manusiawi yang melatarinya, misalnya, karena orang tuanya suka berganti pasangan sehingga tertular penyakit kelamin; karena orang tuanya tidak menjaga kesehatan tubuhnya saat mengandung; karena pemerintah menoleransi perzinahan dan pelacuran; karena pemerintah tidak memperhatikan kesehatan kaum perempuan. Kesehatan kelamin, kesehatan fisik kaum perempuan (yang hamil), sangat berpengaruh bagi terwujud atau tidaknya ahsanu taqwim. 

Wallahu a'lam....
semoga bermanfaat

»» lanjutkan..

MUHAMMAD juga Nabi Umat HINDU



Bismillahirohmanirrohim....
Bukti Kenabian Muhammad Dalam Wedha

Tidak kita pungkiri, memang Nabi Muhammad adalah nabi terakhir sekaligus "Rohmatal lil'alamin" Surat Al-Anbiyaa', ayat 107: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." termasuk rahmat bagi manusia.
naahhhhh doloooorrrrrr....ternyata kenabian Muhammad SAW, bukan saja diterangkan dalam kitab samawi saja, tetapi dalam kitab suci Agama hindu (Wedha) juga menjelaskan kenabian Muhammad SAW loohhhh...

Ayat –ayat hindu yang jelas menyatakan tentang nabi Muhammad
dalam
end typing
Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :

“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yg berada di lingkungan itu, yg kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dg tanaman semak2x/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yg naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dg istilah : “akkaru” yg artinya : “yg mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yg mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yg berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah

Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yg mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yg seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad/Ahmad yg berarti yg terpuji, yg akan mengalahkan kepala-suku2x dari suku2x di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.
 
Kalki memusnahkan patung ( Kalki Avtar )
Dalam versi 2 dan 4 Kalki Purana (bahagian 3, Bab 16) ada menyatakan bahawa:
a. Apabila Kalki menjadi pemerintah, setiap orang akan suka kepadanya. Vedas, agama dan kebenaran terus hidup.
b. Patung-patung dimusnahkan, pemujaan dihentikan.
c. Amalan agama seperti Tanda Tilak (amalan Hindu tanda di dahi) juga tiada kelihatan lagi.[1]

Juga pada kisah. Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul "KALKY AUTAR" (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus  mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar  kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya  kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri "KALKY AUTAR" sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh  Rasulullah Saw. 

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.
Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya "ABDULLAH". Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya "AMINAH". Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya MINAH.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung) . Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit.  Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra' Mi'raj dimana Rasullah mengendarai Buroq.[2]

Sumber bacaan:
[1] http://darulruqiyyah.blogspot.com/2012/03/kisah-nabi-muhammad-telah-terakam-dalam.html
[2] buku “Studi Kritis Pemahaman Islam”

 upz....jika ada dolorrrr sekalian yang Non-muslim, mohon jangan tersinggung,
ini bukan lah tentang pelecehan Aqidah siapapun,
tulisan ini adalah bersifat lakum dinukum waliyadiin
bila ada yang merasa keberatan....monggo dibuka kitabe, ojo lali nyeruput kopi disek..hehehehehehe

piss doloooorrr....!!!!


Alhamdulillahirobbil'alamin
»» lanjutkan..

Rabu, 21 Maret 2012

JESUS Mengajarkan Bahwa Allah itu ESA





Bismillahirohmanirrohim...
YESUS DATANG BUKAN UNTUK MEROMBAK TAURAT......

Berbeda  dengan  apa yang dianut , diyakini, dan  dipahami   oleh orang-orang  Kristen  sekarang  ini   terhadap  Keesaan  Tuhan, Alkitab   sendiri  memberikan  kesaksian  bahwa  Yesus sendiri, sebagaimana juga Rasul-Rasul yang lain diutus oleh Allah  memegang teguh  kepercayaan  akan  "keesaan  Tuhan".  Hal  ini  diungkapkan beliau  sesuai dengan kesaksian penulis-penulis Injil bahwa  Yesus sama  sekali  tidak  membawa suatu ajaran baru  yang  menghapuskan ajaran  Nabi-Nabi terdahulu. Kepada orang-orang Bani Israel beliau [Isa dan Musa] menjelaskan  kedatangannya bukanlah  untuk merombak ajaran Taurat yang  diturunkan  kepada  Nabi Musa melainkan  hanya  "menggenapi" atau  mengadakan  semacam  "reenforce" terhadap  Perjanjian  Lama. Orang-orang  Yahudi sepeninggal Musa, telah melupakan ajaran  Nabi Musa itu dan Yesus datang kembali untuk mengingatkan agar mereka kembali berpegang   kepada  Kitab  Taurat.Lebih   lanjut   Yesus menjelaskan misinya kepada Bani Israel itu:
"Janganlah  kamu  menyangka,  bahwa Aku  datang  untuk  meniadakan hukum  Taurat  atau  Kitab  para  Nabi.  Aku  datang  bukan  untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena  Aku  berkata kepadamu:  Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan  bumi  ini, satu  iota  atau  satu titikpun tidak akan ditiadakan  dari  hukum Taurat,   sebelum  semuanya  terjadi.  Karena   itu   siapa   yang meniadakan  salah  satu  perintah  hukum  Taurat,  sekalipun  yang paling  kecil, dan mengajarkannya  demikian kepada orang  lain  ia akan  menduduki  tempat yang paling rendah dalam  kerajaan  sorga, tetapi  siapa yang melakukan dan melakukan dan mengajarkan  segala perintah-perintah  hukum Taurat, ia akan  mendudduki  tempat  yang tinggi didalam Kerajaan Sorga. " (Matius 5:17-19).
Jadi   jelaslah   bahwa   Yesus  hanya  sebagai   "reformer"   dan "pembaharu"  dari  ajaran  Taurat dan Kitab-Kitab  Nabi  terdahulu yang  sudah  lama  ditinggalkan dan dilupakan orang-orang  Yahudi. Beliau  sesuai  dengan  pengakuannya  sama sekali   tidak  membawa ajaran  baru  yang  merombak ajaran Taurat itu.  Musa  menjelaskan kepada  orang-orang  Yahudi tentang keesaan Tuhan  dan  bahwasanya Allah adalah satu-satunya Tuhan bagi orang-orang Israel itu.
"Akulah  TUHAN,  Allahmu, yang membawa engkau  keluar  dari  tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah allah  lain dihadapanKu.  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai  apapun yang  ada  dilangit   di atas atau yang ada dibumi   dibawah  atau yanga ada didalam air dibawah bumi."......(Ulangan 5:6-8).
Masih dalam Kitab Taurat, dengan tegas dan jelas dapat kita baca:
"Dengarlah,  hai  orang Israel: TUHAN itu Allah  kita,  TUHAN  itu esa!..(Ulangan 6:4).

Jika  seandainya  Trinitas dimana Yesus  adalah  salah  satu  dari oknum  Tuhan  bahkan  orang-orang  Kristen  meyakini  bahwa  Yesus adalah  Allah  sendiri  sebagaimana yang ditekankan  dalam  ajaran Kristen  sekarang  ini, benar merupakan ajaran  Yesus  tentu  saja doktrin  tersebut akan kita jumpai dalam Perjanjian Lama.  Padahal apa  kita  lihat dalam ajaran Musa adalah  berlawanan  dengan  apa yang  dianut  oleh orang-orang Kristen sekarang ini.  Musa  sangat menekankan   pentingnya  kepercayaan akan  "keEsaan  Tuhan"  kepada orang-orang  Yahudi dan dalam Perjanjian Baru  pun   hal  tersebut juga dilakukan oleh Yesus terhadap pengikutnya.
"Jawab  Yesus:"Hukum  yang terutama ialah:  Dengarlah,  hai  orang Israel,  Tuhan  Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihi  Tuhan,  Allahmu dengan  segenap  hatimu  dan  dengan  segenap  jiwamu  dan  dengan segenap  akal  budimu  dan  dengan segenap  kekuatanmu"....(Markus 12:29-30).
Lebih lanjut lagi Yesus mengatakan:
"Ada  seseorang  datang kepada Yesus dan berkata: 'Guru,  perbuatan baik  apakah  yang  harus kuperbuat untuk  memperoleh  hidup  yang kekal?'.  Jawab  Yesus: 'Apakah sebabnya engkau bertanya  kepadaKu tentang  apa  yang  baik?  Hanya satu yang  baik.  Tetapi  jikalau engkau   igin  masuk  kedalam  hidup,  turutilah  segala  perintah Allah".....(Matius 19:16-17).
Jadi  jelaslah Yesus sama sekali MENEKANKAN pentingnya kepercayaan akan  "KEESAAN TUHAN" secara mutlak dan menganjurkan kepada murid- muridnya   untuk   bertindak  serupa.... ...Yesus   juga   tidak mengajarkan kepada pengikutnya bahwa dia adalah salah  satu  oknum TRINITAS  (anak Tuhan).....bahkan  Yesus dalam setiap ucapan  dan  tindakannya sama  sekali  tidak  menunjukkan bahwa dia adalah  Allah....  atau oknum  Allah  dari  ajaran Trinitas yang dianut  oleh  orang-orang Kristen dewasa ini....

pertanyaannya dolooorrr........siapa yang bertanggung jawab merombak Al-Kitab sehingga mempercayai TRINITAS??? dan sudah berapa banyak umat kristen yang mengimaninya??
aku ora melu-melu nek iki.....hehehehehehe

upz....jika ada dolorrrr sekalian yang Non-muslim, mohon jangan tersinggung,
ini bukan lah tentang pelecehan Aqidah siapapun,
tulisan ini adalah bersifat lakum dinukum waliyadiin [jiplak jargone www.zoppy10.co.cc]wkwkwkwkwkwk
bila ada yang merasa keberatan....monggo dibuka kitabe, ojo lali nyeruput kopi disek..hehehehehehe

piss doloooorrr....!!!!


Alhamdulillahirobbil'alamin
»» lanjutkan..

Selasa, 20 Maret 2012

Benarkah WANITA yang menyebabkan ADAM diusir dari SURGA?????


Ada pendapat bahkan sering kita mendengar dari Ustadz-ustadz yang mengatakan bahwa ibu manusia "Istri Adam", merupakan penyebab diusirnya bapak manusia "ADAM" dari surga. Dialah yang mendorong Adam untuk memakan buah terlarang, sehingga mereka terusir  dari  surga  dan  menyebabkan penderitaan bagi kita (anak cucunya) di dunia.

Pendapat ini dijadikan sandaran untuk merendahkan  kedudukan kaum  wanita. Berlandaskan peristiwa tersebut, wanita sering dituding sebagai cikal bakal datangnya segala  musibah  yang
terjadi  di  dunia,  baik  pada  orang-orang  dahulu  maupun sekarang.

Apakah benar semua pendapat di atas? Adakah dalam   Islam   dalil   yang   menunjukkan   hal  itu,  atau kebalikannya?

Pendapat  tentang  kaum wanita -seperti "Istri Adam" yang harus bertanggung jawab atas  kesengsaraan  hidup  manusia,  dengan mengatakan bahwa wanita yang menjerurnuskan Adam untuk memakan  buah  terlarang...  dan  seterusnya,  tidak  diragukan lagi adalah pendapat
yang tidak islami.

Sumber pendapat ini ialah Kitabb TAUROT dan Injil dengan segala BAGIAN dan  TAMBAHANnya. 
 Dalam bible kejadian disebutkan:
3:6 Perempuan itu melihat bahwa pohon itu indah, dan buahnya nampaknya enak untuk dimakan. Dan ia berpikir alangkah baiknya jika dia menjadi arif. Sebab itu ia memetik buah pohon itu, lalu memakannya, dan memberi juga kepada suaminya, dan suaminya pun memakannya.
3:7 Segera sesudah makan buah itu, pikiran mereka terbuka dan mereka sadar bahwa mereka telanjang. Sebab itu mereka menutupi tubuh mereka dengan daun ara yang mereka rangkaikan.
3:8 Petang itu mereka mendengar TUHAN Allah berjalan di dalam taman, lalu mereka berdua bersembunyi di antara pohon-pohon supaya tidak dilihat oleh TUHAN.
3:9 Tetapi TUHAN Allah berseru kepada laki-laki itu, “Di manakah engkau?”3:10 Laki-laki itu menjawab, “Saya mendengar Engkau di taman; saya takut, jadi saya bersembunyi karena telanjang.”
3:11 “Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa engkau telanjang?” Allah bertanya. “Apakah engkau makan buah yang Kularang engkau makan itu?”
3:12 Laki-laki itu menjawab, “Perempuan yang Engkau berikan untuk menemani saya, telah memberi buah itu kepada saya, lalu saya memakannya.”
3:13 TUHAN Allah bertanya kepada perempuan itu, “Mengapa kaulakukan itu?” Jawabnya, “Saya ditipu ular, sehingga saya makan buah itu.”
3:14 Sesudah itu TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Engkau akan dihukum karena perbuatanmu itu; dari segala binatang hanya engkau saja yang harus menanggung kutukan ini: Mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu.
3:15 Engkau dan perempuan itu akan saling membenci, keturunannya dan keturunanmu akan selalu bermusuhan. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan menggigit tumit mereka.”
3:16 Lalu kata TUHAN kepada perempuan itu, “Aku akan menambah kesakitanmu selagi engkau hamil dan pada waktu engkau melahirkan. Tetapi meskipun demikian, engkau masih tetap berahi kepada suamimu, namun engkau akan tunduk kepadanya.”
3:17 Lalu kata TUHAN kepada laki-laki itu, “Engkau mendengarkan kata-kata istrimu lalu makan buah yang telah Kularang engkau makan. Karena perbuatanmu itu, terkutuklah tanah. Engkau harus bekerja keras seumur hidupmu agar tanah ini bisa menghasilkan cukup makanan bagimu.
3:18 Semak dan duri akan dihasilkan tanah ini bagimu, dan tumbuh-tumbuhan liar akan menjadi makananmu.
3:19 Engkau akan bekerja dengan susah payah dan berkeringat untuk membuat tanah ini menghasilkan sesuatu, sampai engkau kembali kepada tanah, sebab dari tanahlah engkau dibentuk. Engkau dijadikan dari tanah, dan akan kembali ke tanah.”
3:20 Adam menamakan istrinya Hawa, karena perempuan itu menjadi ibu seluruh umat manusia.
3:21 Maka TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan istrinya, lalu mengenakan-Nya kepada mereka.
3:22 TUHAN Allah berkata, “Sekarang manusia telah menjadi seperti Kita dan mempunyai pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jadi perlu dicegah dia makan buah pohon yang memberi hidup, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya.”
3:23 Maka TUHAN Allah mengusir manusia dari taman Eden dan menyuruhnya mengusahakan tanah yang menjadi asalnya itu.

Ini  merupakan pendapat yang diimani oleh kaum  Yahudi  dan  Nasrani,  serta  sering   menjadi   bahan referensi  bagi  para  pemikir, penyair, dan penulis mereka. Bahkan tidak sedikit (dan ini  sangat  disayangkan)  penulis muslim yang bertaklid buta dengan pendapat tersebut.

Namun,  bagi  orang  yang membaca kisah Adam dalam AL-QUR'AN yang ayat-ayatnya (mengenai kisah tersebut) terhimpun  dalam beberapa  surat,  tidak  akan bertaklid buta seperti itu. Ia
akan menangkap secara jelas fakta-fakta seperti berikut ini.

1. Taklif ilahi untuk tidak memakan buah terlarang itu ditujukan kepada Adam dan Istrinya (bukan Adam saja). Allah berfirman:
  
   "Dan Kami berfirman, 'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan
   istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang
   banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah
   kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk
   orang-orang zalim.'" (al-Baqarah: 35)
  
2. Bahwa yang mendorong keduanya dan menyesatkan keduanya dengan tipu daya, bujuk rayu, dan sumpah palsu ialah setan, bukan istrinya,  sebagaimana difirmankan Allah:
  
   "Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan
   dikeluarkan dari keadaan semula ..." (al-Baqarah: 36)
  
   Dalam surat lain terdapat keterangan yang rinci mengenai tipu daya dan bujuk rayu setan:
  
   "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk
   menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup bagi mereka
   yaitu auratnya, dan setan berkata, Tuhan kamu tidak
   melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu
   berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orangyang
   kekal (dalam surga).' Dan dia (setan) bersumpah kepada
   keduanya, 'Sesungguhnya saya termasuk orangyang memberi
   nasihat kepada kamu berdua.' Maka setan membujuk keduanya
   (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya
   telah merasakan buah kayu itu, tampaklah bagi keduanya
   aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan
   daun-daun surga. Kemudian Tuhan rnereka menyeru mereka,
   'Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu
   berdua?' Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah
   menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak
   mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami
   termasuk orang-orangyang merugi.'" (al-A'raf: 20-23)
  
Dalam surat Thaha diceritakan bahwa Adam yang pertama kali diminta pertanggungjawaban tentang pelanggaran itu, bukan Istrinya. Karena itu, peringatan dari Allah tersebutditujukan kepada Adam, sebagai prinsip dan secara khusus.Kekurangan itu dinisbatkan kepada Adam, dan yang dipersalahkan - karena pelanggaran itu - pun adalah Adam.  Meskipun istrinya bersama-sama dengannya ikut melakukan pelanggaran, namun petunjuk ayat-ayat itu mengatakan bahwa peranan istrinya tidak seperti peranan Adam, dan seakan-akan istrinya makan dan melanggar itu karena mengikuti Adam.
  
   Allah berfirman:
  
   "Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu,
   maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati
   padanya kemauan yang kuat. Dan (ingatlah) ketika Kami
   berkata kepada malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka
   mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. Maka kami
   berkata, 'Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh
   bagimu dan bagõ istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai
   ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan
   kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan
   didalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu
   tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas
   matahari didalamnya. 'Kemudian setan membisikkan pikiran
   jahat kepadanya (Adam) dengan berkata, 'Hai Adam, maukah
   saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak
   akan binasa?' Maka keduanya memakan dari buah pohon itu,
   lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah
   keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga,
   dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesalah ia. Kemudian
   Tuhannya memilihnya. Maka dia menerima tobatnya dan
   memberinya petunjuk." (Thaha: 115-122)
  
3. Al-Qur'an telah menegaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah untuk suatu tugas yang sudah ditentukan sebelum diciptakannya. Para malaikat pada waktu itu sangat ingin mengetahui tugas tersebut, bahkan mereka mengira bahwa mereka lebih layak mengemban itu daripada Adam. Hal ini telah disebutkan dalam beberapa ayat surat al-Baqarah yang disebutkan Allah SWT sebelum menyebutkan ayat-ayat yang membicarakan bertempat tinggalnya Adam dalam surga dan memakan buah terlarang

   Firman Allah:
  
   "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,
   'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
   bumi.' Mereka berkata, 'Mengapa Engkau hendak menjadikan
   (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
   padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
   bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan
   befirman, 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu
   ketahui.' Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda)
   seluruhnya kemudian mengemukakannya kepada para malaikat
   lalu berfirman, 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu
   jika kamu memang orang-orang yang benar?' Mereka menjawab,
   'Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari
   apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya
   Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.' Allah
   berfirman, 'Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama
   benda ini.' Maka setelah diberitahukannya kepada mereka
   nama-nama benda itu, Allah berfirman, 'Bukankah sudah
   Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia
   langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan
   apa yang kamu sembunyikan?'" (al-Baqarah: 30-33)
  
Disebutkan pula dalam hadits sahih bahwa Adam dan Musa a.s. bertemu di alam gaib. Musa hendak menimpakan kesalahan kepada Adam berkenaan dengan beban yang ditanggung manusia karena kesalahan Adam yang memakan buah terlarang itu (lantas dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi sehingga menanggung beban kehidupan seperti yang mereka alami; penj.) . Kemudian Adam membantah Musa dan mematahkan argumentasinya dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi itu sudah merupakan ketentuan ilahi sebelum ia diciptakan, untuk memakmurkan bumi, dan bahwa Musa juga mendapati ketentuan ini tercantum dalam Taurat.
  
 Hadits ini memberikan dua pengertian kepada kita. Pertama, bahwa Musa menghadapkan celaan itu kepada Adam, bukan kepada istrinya. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang disebutkan dalam Taurat (sekarang) bahwa IStrinya yang merayu Adam untuk memakan buah terlarang itu tidak benar. Itu adalah perubahan yang dimasukkan orang ke dalam Taurat.
  
Kedua, bahwa diturunkannya Adam dan anak cucunya ke bumi sudah merupakan ketentuan ilahi dalam takdir-Nya yang luhur dan telah ditulis oleh kalam ilahi dalam Ummul Kitab (Lauh al-Mahfuzh), untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan melalui risalah-Nya di atas planet ini, sebagaimana yang dikehendaki Allah, sedangkan apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi.
  
4. Bahwa surga (jannah), tempat Adam diperintahkan untuk berdiam di dalamnya dan memakan buah-buahannya, kecuali satu pohon, dan disuruh hengkang dari sana karena melanggar larangan (memakan buah tersebut), tidak dapat dipastikan bahwa surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah untuk orang-orang muttaqin di akhirat kelak. Surga yang dimaksud belum tentu surga yang di dalamnya Allah menciptakan sesuatu (kenikmatan-kenikmatan) yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dantidak seperti yang terlintas dalam hati manusia.
  
Para ulama berbeda pendapat mengenai "surga" Adam ini, apakah merupakan surga yang dijanjikan kepada orang-orang mukmin sebagai pahala mereka, ataukah sebuah "jannah (taman/kebun) dari kebun-kebun dunia, seperti firman Allah:
  
   "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah)
   sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun
   (jannah), ketika mereka bersumpah bahwa mereka
   sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari."
   (al-Qalam: 17)
  
   Dalam surat lain Allah berfirman:
  
   "Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang
   laki-laki. Kami jadikan bagi seorang diantara keduanya (yang
   kafir) dua buah kebun (jannatain) anggur dan Kami kelilingi
   kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan diantara kedua
   kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu
   menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya
   sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua
   kebun itu." (al-Kahfi: 32-33)
  
Ibnul Qayyim menyebutkan kedua pendapat tersebut dengan dalil-dalilnya masing-masing dalam kitabnya Miftahu Daaris Sa'adah. Silakan membacanya siapa yang ingin mengetahui lebih jauh masalah ini. 
untuk menambah wawasan pembaca tentang penciptaan Adam dan surganya Adam, silahkan baca buku "ternyata akherat tidak kekal" karya Agus Musthofa. Wallahu a'lam.

sudah capek ya doloorrrr bacanya.....itu derita low....
pisss pisss pak dee.........
»» lanjutkan..